| NASAR-PK4LIFE

3 Nov 2012

AYAT AL-QUR'AN YANG DIKAGUMI YAHUDI

Bagi kaum Muslim, mengagumi Al Quran barangkali menjadi hal yang biasa. Apalagi dengan penemuan-penemuan terakhir dari para ilmuwan yang kian mengokohkan kebenaran Al Quran. Di antaranya, bulan yang pernah terbelah, adanya sungai bawah laut hingga penemuan jejak arkeologi kaum-kaum terdahulu. Memang semua tidak disebutkan, karena Al Quran menerangkan hanya sebagian dari kisah kaum terdahulu yang akan ditampakkan bekas-bekasnya.


“Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.” (QS. Huud, 11: 100)

Ternyata, bukan hanya kaum Muslimin dan ilmuwan berakal saja yang mengagumi Al Quran, sebagai kitab yang tetap terjaga keshahihannya. Bahkan sejak dulu kaum Yahudi juga mengagumi Al Quran. Dalam sebuah riwayat dikisahkan perbincangan antara ‘Umar bin Khattab dan Yahudi.

Dari Thariq bin Syihab, ia mengatakan bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Umar bin Khattab:
“Kalian membaca sebuah ayat dalam Kitab (al-Qur’an) kalian. Sungguh apabila ayat itu turun kepada kami bangsa Yahudi, tentu hari turunnya ayat itu akan kami jadikan sebagai hari raya.”
Umar bertanya: “Ayat yang mana?”
Mereka menjawab, “Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku untukmu.” (Al-Maidah: 3)
Umar berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku betul-betul mengetahui hari apa ayat itu turun kepada Rasulullah dan saat apa ayat itu turun. Ayat itu turun kepada Rasulullah pada sore hari Arafah, hari Jum’at.”
Percakapan di atas juga menegaskan, semestinya seorang muslim, bangga dengan keislamannya, sebab Allah telah menjamin kesempurnaan Islam. Dengan kebenaran dan kesempurnaan Islam, seorang muslim tidak perlu lagi bingung mencari sistem yang lebih baik ketimbang Islam.

Imam Thabrani telah mengeluarkan riwayat hadits dari Abu Dzar al-Ghifari yang menyatakan, “Rasulullah telah meninggalkan kami dalam keadaan tidak ada seekor burung pun yang mengepakkan sayapnya di udara melainkan beliau telah menyebutkan ilmu kepada kami setiap kali kepakan sayap burung itu.”

Dengan kebenaran dan kesempurnaan Islam, dunia pernah merasakan buahnya kurang lebih seribu tahun, sejak Rasulullah hingga kekhilafahan Turki Utsmani pecah pada tahun 1924 masehi.
Jika orang Yahudi saja bisa berkata seperti itu, apakah sebagai muslim kita tidak bangga dengan Islam?

1 Nov 2012

HENRY KISSINGER: "DALAM 10 TAHUN ISRAEL AKAN LENYAP"



Mantan Menlu AS Henry Kissinger
WAHINGTON (ZIONIS GO TO HELL): Menurut laporan media, mantan menlu AS Henry Kissinger dan enam belas badan intelijen lainnya setuju bahwa dalam waktu dekat Israel akan lenyap.
The New York Post mengutip pernyataan Kissinger: “Dalam 10 tahun, tidak akan ada lagi Israel.”
Pernyataan Kissinger datar dan tidak memiliki syarat.  Ia tidak mengatakan bahwa ‘Israel’ dalam bahaya, tapi menurutnya, bisa diselamatkan jika memberikannya triliunan tambahan dollar dan menghancurkan musuh-musuhnya dengan militer Amerika, demikian lansir Kavkaz Center.

Dia tidak mengatakan bahwa jika teman lama Netanyahu, Mitt Romney, terpilih (sebagai Presiden AS, red),  ‘Israel’ entah bagaimana dapat diselamatkan.  Dia juga tidak mengatakan bahwa jika mengebom Iran, ‘Israel’ mungkin dapat bertahan hidup.  Dia tidak menawarkan jalan keluar.  Dia hanya menyatakan fakta: di tahun 2022 ‘Israel’ akan tidak ada lagi.
Komunitas intelijen AS menyetujui pernyataannya, meskipun mungkin tanggal tepat dari runtuhnya ‘Israel’ tidak mereka ketahui.

"LAWAN KOMPRADOR ASING, BOIKOT THE WALT DISNEY"

JAKARTA (ZIONIS GO TO HELL): Anggota Komisi III F-PKS Indra mendukung aksi masyarakat memboikot produk The Walt Disney Company milik orang Yahudi. Ia juga mendesak pemerintah saatnya menindak tegas LSM asing seperti RAN dan Greenpeace  yang selama ini kerap melakukan intervensi dan kampanye negatif terhadap produk Indonesia.

“Seruan boikot terhadap produk Walt Disney dan produk zionis Yahudi lainnya perlu dilakukan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa Indonesia negara berdaulat,’’ ujar Indra kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/10/2012), menanggapi seruan boikot LSM internasional Rainforest Action Network (RAN) dan penolakan Walt Disney terhadap produk hutan Indonesia.
The Walt Disney Company adalah perusahaan raksasa milik Walter Elias Disney, orang Yahudi yang bermukim di AS.
Sebelumnya, seruan boikot Yahudi pernah dilontarkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa kepada masyarakat internasional agar tidak membeli produk yang dihasilkan di wilayah penjajahan (pendudukan) Israel (Yahudi). Pada  pertemuan negara Islam di Makkah beberapa waktu lalu, Marty juga meminta negara Timur Tengah mengkaji ulang hubungan diplomatiknya dengan Zionis Israel.
Melanjutkan pembicaraannya, Indra mengatakan, selain memboikot produk Yahudi, upaya lain melawan komprador asing yang berkedok LSM adalah lewat UU Ormas. Soalnya, dalam RUU Ormas dapat dipertegas bentuk LSM asing yang bertindak layaknya ‘mata-mata asing’ dengan berbadan hukum yayasan atau perhimpunan.